Wisata ke Dusun Sade bisa membuat kamu mengenal Lombok jauh lebih intim. Soalnya di sanalah kamu akan mengenal suku asli Lombok. Memang sih,liburan ke Pulau Lombok, paling asik seru-seruan main air di beragam pantainya yang indah, menikmati keindahan pegunungan, hingga berwisata kuliner.

Tapi kalau sudah sampai di Lombok, masih kurang rasanya kalau belum berkenalan dengan suku asli pulau yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini. Suku Sasak yang merupakan penduduk asli Lombok masih sangat memegang adat yang diturunkan oleh nenek moyangnya. Di tengah arus modernisasi yang deras, tentunya ini sangat menarik.

Jarang-jarang kan, kita bisa melihat kehidupan yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dari dekat? Jadi, kalau kamu berencana liburan ke Lombok dqlam waktu dekat, yuk berkunjung ke Dusun Sade.

Wisata ke Dusun Sade di Lombok Tengah

Dusun Sade adalah perkampungan yang dihuni Suku Sasak. Penduduknya masih memegang tradisi asli yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyangnya.

Baik dari cara hidupnya, rumah tinggalnya, bahasa sehari-hari, dan lain-lain. Karena keunikannya, dusun ini dinobatkan sebagai Desa Wisata ileh Dinas Pariwisata Lombok.

Suku asli pasti tinggal di pedalaman dan sulit dijamgkau, siapa bilang? Untuk menuju Duaun Sade sama sekali tidak sulit, kok. Dari ibukota Lombok, Mataram, cukup berkendara selama kira-kira 1 jam perjalanan.

Sementara dari Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, waktu tempuhnya hanya sekitar 30 menit saja. Untuk lebih lengkap soal perjalanan ke wisata lombok, kamu bisa baa tulisan saya yang ini: Persiapan Wisata ke Lombok Kalau Kamu dari Jakarta

Selain itu, meskipun merupakan dusun tradisional, Dusun Sade terletak di pinggir jalan besar, yaitu Jalan Raya Praya. Jalannya juga berupa aspal yang mulus. Jadi sama sekalintidak sulit utnuk menuju dusun ini.

Suku Sasak di Dusun Sade

Sumber: Unsplash.com

Dari wisata ke Dusun Sade, kita akan kenal bahwa penduduk Dusun Sade sangat melestarikan budaya asli Suku Sasak, seperti bentuk bangunan, gaya berpakaian, bahasa, serta cara hidupnya. Selain itu. beberapa bentuk kesenian pun dilestarikan.

Ini bisa dilihat dari beragam tarian dan seni musik yang masih dipertunjukkan hingga saat ini, di dalam dan luar desa.

Di dusun yang memiliki luas sekitar 5,5 hektar ini terdapat 150 bangunan rumah. Setiap rumah hanya dihuni oleh 1 orang kepala keluarga beserta anggota keluarganya.

Keseluruhan penduduknya berjumlah mencapai 700 orang. Semua penduduk Dusun Sade berasal dari keturunan yang sama. Ini karena mereka masih menjalankan praktek pernikahan antar saudara.

Kenapa dilakukan pernikahan antar saudara? Selain untuk mempertahankan kemurnian suku, cara ini dianggap mudah dan murah. Karena jika ingin menikahi gadis dari dusun lain, keluarga pria setidaknya harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau sebagai mahar. Ini tentunya tidak murah.

Warga Dusun Sade masih mengenakan pakaian adat dalam kegiatan sehari-hari mereka. Yakni berupa kain khas Sasak yang mereka buat sendiri. Walau tidak semua warga mengenakan pakaian ini. Corak tenunan asli Sasak beragam, mulai dari bale lumbung hingga tokek.

Warnanya biasanya cerah, seperti ungu, hijau, dan kuning. Peralatan yang digunakan warga juga merupakan peninggalan dari nenek moyang. Seperti alat tenun, alat pemintal kapas, dan lainnya.

Kegiatan bertenun yang merupakan mata pencaharian para wanita di Dusun Sade bisa kamu lihat secara langsung saat wisata ke Dusun Sade. Keahlian menenun ini sudah diajarkan pada anak perempuan semenjak usia dini, yaitu 9 atau 10 tahun.

Sementara itu, kaum prianya kebanyakan bermatapencaharian sebagai petani. Peralatan yang digunakan untuk bertani pun berasal dari warisan nenek moyang.

Di Dusun Sade, pengunjung juga bisa menjkmati pertunjukan seni yang merupakan atraksi budaya. Misalnya saji Tari Presean dan Tari Cupak Gerantang. Permainan alat musik tradisional gendang Beleq juga sangat menawan!

Yang Paling Unik Saat Wisata ke Dusun Sade

Sumber: Unsplash.com

Ada banyak hal yang unik dari Dusun Sade. Yang paling unik pastinya bangunan di seluruh duaun. Baik itu rumah, masjid, hingga tenpat pertemuan warga dan lumbung padi, semuanya masih menggunakan gaya arsitektur khas Suku Sasak.

Dinding rumah dibuat dari anyaman bambu, sementara tiang-tiangnya terbuat dari kayu. Bagian atapnyabterbuat dari alang-alang yang dikeringkan.

Lantai rumah terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan sedikit sekam padi. Penggunaan tanah liat ini memberi efek sejuk di dqlam rumah. Tapi yang paling unik adalah cara membersihkan lantainya.

Bukan dengan cairan pembersih pel, tapi dengan kotoran kerbau yang dicampur dengan sedikit air! Seminggu sekali, rumah dibersihkan dengan campuran ini. Caranya gosok semua lantai rumah dengan campuran tersebut, biarkan kering, lalu sapu lantai dan gosok dengan batu.

Masayarakat Dusun Sade percaya bahwa kotoran kerbau mampu membersihkan lantai dengan lebih bersih. Lantai pun terasa lebih halus dan kuat.

Selain itu, campuran kotoran kerbau dengan air ini juga dipercaya mampu mengusir nyamuk dan serangga lainnya. Gangguan yang sifatnya magis pun bisa ditangkal dari rumah.

Hal lain yang tidak kalah unik saat wisata ke dusun sade adalah tradisi pernikahan warga Dusun Sade, yaitu kawin lari. Baik pihak pria maupun wanita harus berasal dari Dusun Sade.

Jika seorang pria menyukai seorang wanita dan keduanya setuju untuk menikah, maka si pria berhak membawa lari wanita tersebut. Kemudian si wanita dibawa dan diinapkan di rumah kerabat si pria.

Kemudian keesokan harinya, si pria beserta keluarganya akan melamar wanita tersebut secara resmi. Jadi, kawin lari di Dusun Sade ini bukan kawin lari sungguhan. Melainkan hanya bagian dari tradisi sebelum menikahi seorang wanita.

Seru juga, kan, sekali-kali berwisata sambil mempelajari budaya asli warga setempat? Selain cuci mata, kita bisa menambah wawasan. Jadi, jangan sampai melewatkan wisata ke Dusun Sade kalau kamu liburan ke Lombok, ya.

You might also enjoy:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *